+6281246781231
+6281933176790

Rekomendasi Wisata

Banyumulek

Banyumulek adalah desa yang berada di kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Banyumulek merupakan sentra industri gerabah di seantero Pulau Lombok sejak tahun 1990-an, di mana 80% penduduknya berkecimpung dalam pekerjaan tersebut.

Ketika mengunjungi Desa Banyumulek, Anda akan disambut dengan gapura hijau yang bertuliskan “Sentra Kerajinan Gerabah Banyumulek”. Uniknya, ketika melangkah masuk ke area desa, Anda akan menemui sekolah serta kantor-kantor pemerintah yang dihiasi gerabah-gerabah besar pada pagar temboknya. Sehingga kesan Desa Gerabah akan sangat kental terasa. Sekaligus menegaskan bahwa Desa Banyumulek ini adalah sentra kerajinan gerabah.

.

Desa Sukarare

Desa Sukarare adalah salah satu dari 3 desa wisata yang dimiliki Lombok. Dua lainnya adalah Desa Sade dan Desa Banyumule. Sade adalah desa wisata yang lebih dahulu terkenal daripada Sukarare. Desa Sukararae sendiri seperti halnya Desa Sade, masyarakatnya memiliki kesadaran untuk melestarikan warisan tenun tradisional khas Lombok. Yakni Tenun Songket. Desa Sukarare sendiri berada di Kabupaten Lombok Tengah. Jika kalian memilih titik keberangkatan dari Mataram, jaraknya cukup jauh sekitar 25 kilometer atau sekitar 30 menit perjalanan. Lokasi tepatnya adalah di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Bagi gadis desa atau bunga Desa Sukarara, syarat wajib layak menikah adalah pandai menenun. Jadi tak heran jika sedari kecil para gadis-gadis di desa ini rata-rata sudah bisa menenun. Minimal mereka akan betah membantu ibu atau nenek mereka duduk berjam-jam menenun benang menjadi kain. Yang kemudian akan dijual sebagai oleh-oleh kerajinan khas Lombok. Hal ini juga untuk terus melestarikan kerajinan tenun songket khas Sukarare agar tetap eksis.

Pantai Selong Belanak

Pantai ini terletak di sebuah desa bernama Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah sekitar 30 menit perjalanan dari Bandara International Lombok dan masih satu jalur dengan pantai kuta atau Pantai Seger yang juga tak kalah cantiknya. Jika Anda menginap di sekitaran Mataram atau Senggigi anda akan menghabiskan waktu 1,5 jam untuk sampai,  rute yang bisa ditempuh adalah jalur bandara. Tidak ada angkutan umum untuk mencapai pantai ini, Anda mesti menggunkan jasa travel dan biasanya pantai ini termasuk pilihan dalam paket sasak tour.

Kawasan Lombok Tengah bagian selatan memang memilki begitu banyak pantai yang cantik dengan dinamika alam yang khas. Selong Belanak sendiri memiliki tekture pantai seperti setengah lingkaran, dengan bibir pantai yang sangat luas dan di apit oleh perbukitan pada bagian utara dan juga selatan.

Pantai Mawun

Pantai mawun berada di lokasi yang cukup rumit dan jauh dari perkotaan, sehingga membuat kita sangat sulit untuk mendatangi Pantai ini. Terlebih dengan kondisi jalan yang tidak begitu bagus, akan menghambat dan memperpanjang waktu perjalanan.

Pantai mawun ini berada di antara 2 Lokasi yakni Pantai Kuta dan Pantai Selong Belanak yang juga tidak kalah indah dan mempesona dari Pantai ini. Pantai Mawun berlokasi tepatnya di Desa Tumpak, Kec.Pujuk, Kab.Pulau Lombok Tengah.

Untuk mencapai lokasi Pantai Mawun ini, wisatawan bisa menghabiskan waktu perjalanan kurang lebih 2 jam dari kota Mataram dengan kendaraan bermotor. Walaupun harus membutuhkan waktu perjalanan yang lama dengan lokasi yang cukup jauh, namun anda tidak akan sia-sia ketika sampai ke lokasi ini.

Kuta Lombok

Pantai kuta lombok terletak di desa kuta kecamatan pujut kabupaten lombok tengah bagian selatan. Pantai kuta merupakan primadona dari seluruh pantai di pulau lombok, sangat disayangkan jika anda berlibur ke pulau lombok tetapi tidak menikmati panorama alam pantai kuta lombok, diibaratkan makan siang tapi enggak pake minum :). Mengapa ?, karena pantai kuta menawarkan panorama alam yang begitu menawan, dari segi manapun mata ini memandang pantai kuta tetap memberikan kesan sangat indah. Ciri khas pantai kuta lombok berpasir merica, dikelilingi tebing – tebing dan pebukitan yang indah. Disebelah barat pantai kuta lombok terdapat satu bukit yang dinamai bukit mandalika, nama ini di ambil dari suatu kisah seorang putri yang berparas cantik berhati lembut bernama putri mandalika.

Pantai Tanjung Aan

Untuk mencapai lokasi Pantai Mawun ini, wisatawan bisa menghabiskan waktu perjalanan kurang lebih 2 jam dari kota Mataram dengan kendaraan bermotor. Walaupun harus membutuhkan waktu perjalanan yang lama dengan lokasi yang cukup jauh, namun anda tidak akan sia-sia ketika sampai ke lokasi ini.

Bagi yang ingin berpetualang lebih jauh untuk menyelam atau mampir ke Kepulauan Gili, ada kapal-kapal kecil yang juga siap mengantar.

Kata warga lokal yang berbincang dengan saya, selain Pantai Tanjung Aan, ada beberapa pantai yang juga sering dikunjungi turis, seperti Pantai Kuta, Pantai Seger, Pantai Serenting, dan Pantai Gerupuk.

Bukit Merese dan Batu Payung

Jangan cuma main air saat berada di Pantai Tanjung Aan, karena ada dua tempat yang sayang untuk dilewati, yakni Bukit Merese dan Batu Payung.

Bukit Merese terletak di sisi kanan pantai. Bukit berumput hijau tersebut dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 30 menit. Karena tidak punya banyak waktu, saya hanya mendaki setengah dari ketinggian Bukit Merese.

Desa Sade

Keunikan Desa Sade Lombok merupakan salah satu Desa dengan penduduk asli Pulau Lombok yaitu Suku Sasak.

Desa yang masih menyimpan adat istiadat dan kebudayaan suku asli pulau Lombok ini, sering dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun macanegara untuk ‘digali’ tradisi dan kebiasaan unik mereka yang masih sangat tradisional.

Desa Sade Lombok terletak di Desa Rambita, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Letaknya tak jauh dari Bandara Internasional Lombok. Hanya sekitar 30 menit Anda sudah bisa mencapai tempat ini.

Bukit Malimbu

Malimbu adalah sebuah bikit yang cukup tinggi, lokasinya tidak begitu jauh dari Pantai Senggigi, hanya berjarak sekitar 10 km menuju ke arah Pelabuhan Bangsal. Saat ini, Malimbu sudah mulai terkenal sebagai salah satu tempat wisata di Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat menyiangi Senggigi dan tempat wisata lain seperti Gili Trawangan.

Jika kamu berangkat ari Kota Mataram, maka jarak yang harus kamu tempuh sekitar 24 km. Akses jalan yang mulus, akan membuat kamu nyaman bahkan dengan menggunakan mobil sekalipun. Jalurnya yang menanjak cukup menantang. Semakin tinggi, kamu akan lebih leluasa melihat bukit-bukit di sekitar Malimbu. Meski memiliki potensi sebagai tempat wisata yang keren, tapi hingga saat ini kawasan Malimbu masih dibuka gratis untuk umum. Hanya saja, jika kamu datang membawa kendaraan harus mengeluarkan beberapa rupiah untuk biaya parkir. Area parkirnya cukup luas, bahkan dari tempat ini kamu sudah bisa melihat pemandangan yang indah.

Gili Trawangan

Sangat disayangkan jika anda berlibur ke pulau lombok tetapi tidak menginjakan kaki di salah satu Gili di pulau lombok ini. Diibaratkan seperti berlari tetapi engak pake sepatu :), gili trawangan terletak di Kabupaten Lombok Utara. Gili trawangan merupakan pulau terbesar dari kedua gili lainya yang berdekatan dengan gili trawangan yaitu Gili Air dan Gili Meno. Gili Trawangan di bandingkan kedua gili tersebut memiliki penduduk terbanyak dan juga lebih banyak aktivitas yang bisa dilakukan di GIli Trawangan. Aktivitas yang bisa dilakukan disini adalah bersepedah, menyaksikan sunset dengan panorama Gunung Agung Bali, Berenang, Diving, snorkling, Berkuda, Berselancar, menikmati permainan air, dan Berpesta pada saat malam tiba. Jika anda hendak menuju Gili Trawangan sebaiknya kami sarankan anda menggunakan Fast Boat dan menginap di gili trawangan, soalnya gili trawangan lebih berkesan dinikmati pada saat malam juga.

Air Terjun Tiu Kelep Dan Air Terjun Sendang gila

Air Terjun Sendang Gile ternyata bukan satu-satunya obyek wisata air terjun di Lombok. Terdapat beberapa lokasi serupa air terjun Sendang Gile yang bisa dikunjungi untuk dinkmati dan beraktivitas wisata di sekitar lokasi. Keberadaan air terjun ini tentu saja terbilang unik, karena biasanya Pulau Lombok terkenal dengan pantainya.

Pulau Lombok bukan hanya memiliki pantai-pantai eksotis yang indah. Terdapat pula obyek wisata berupa pulau-pulau kecil yang dikelilingi lautan yang disebut dengan Gili. Beberapa diantaranya adalah Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Gili ini menjadi favorit karena pulau kecil berpasir putih dan dikelilingi birunya air laut ini sangat jarang diketemukan di lokasi-lokasi lainnya di Indonesia.

Selain Gili, terdapat juga banyak air terjun di Lombok yang tidak kalah menarik. Ada lebih dari 20-an air terjun yang bisa menjadi alternatif wisata selain Gili dan pantai di Lombok. Air terjun Sendang Gile menjadi salah satu yang unik dan favorit.

Masjid Kuno Bayan

Secara singkat, Masjid Kuno Bayan Beleq konon dibangun oleh seorang ulama yang menjadi cikal-bakal penyebaran agama Islam di tanah Lombok. Sebagai salah satu masjid tertua di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Masjid Kuno Bayan Beleq ternyata sudah ada sejak abad ke-15 dan hingga kini menjadi bangunan cagar budaya. Tepatnya, masjid ini berada di Desa Bayan, Lombok Utara. Masjid Kuno Bayan Beleq yang ada sekarang juga masih dipertahankan keasliannya dan masih sama seperti pertama kali didirikan, lo!

Puncak masjidnya hanya berupa tiang, dindingnya berbahan bambu, berlantai tanah, dan atapnya jerami. Sangat jauh berbeda dengan masjid-masjid modern yang sudah menambahkan banyak ornamen di dinding atau pun bagian puncak. Bahkan, seluruh masjid modern pada umumnya menggunakan simbol bulan dan bintang, sedangkan Masjid Kuno Bayan Beleq tidak. Selain itu, Masjid Kuno Bayan Beleq memiliki akses yang terbatas karena tidak boleh sembarangan dimasuki orang. Untuk mencegah orang luar masuk, pintu masjid jarang dibuka. Sebab, hanya para pemuka agama setempat yang diperkenankan untuk masuk. Terkadang mereka ditemani oleh perwakilan daerah. Tetapi, warga biasa tidak diperbolehkan. Hal ini dilakukan karena Masjid Kuno Bayan Beleq termasuk kecil dan hanya sanggup menampung 40 orang jamaah. Maka, selain pemuka agama, masyarakat sekitar hanya diwakili para kepala daerahnya saja, teman-teman.

Gili Nanggu, Gili Sudak dan Gili Kedis

Trio gili tak hanya Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air saja di Lombok, Nusa Tenggara Timur. Ada trio gili yang terbilang lebih dekat ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid yang berada di Praya, Lombok Tengah. Yakni, Gili Nanggu, Sudak dan Kedis.

Pantai Sekotong di Lombok Barat menjadi titik awal berperahu bisa dicapai dalam waktu 1,5 jam dari bandara. Ada deretan perahu nelayan yang siap membawa menyeberang ke tiga gili di pantai yang terletak di Desa Tawun. Berikut sewa perlengkapan snorkeling tentunya. Bahkan di warung pun tersedia remah-remah roti untuk makanan ikan-ikan.

Sewa perahu dengan kapasitas delapan orang dipatok Rp 350 ribu. Perjalanan dari Pantai Sekotong menuju Gili Nanggu yang pertama saya singgahi hanya sekitar 20 menit. Beberapa menit meluncur dari Pantai Sekotong, deretan pulau kecil itu sudah muncul menyajikan pemandangan unik. Gili Nanggu tampak paling besar. Perahu langsung menuju pulau seluas 12,5 hektare itu.

Pantai Pink Lombok

Pantai Pink Lombok – Berwisata ke pulau Lombok untuk menikmati keindahan bahari pulau Lombok menjadi incaran wisatawan, baik wisatawan local maupun wisatawan mancanegara. Kekayaan bahari pulau Lombok memang tidak bisa dipungkuri lagi, sehingga tidak heran banyak wisatawan berkunjung ke pulau Lombok untuk berwisata bahari. Salah satu wisata bahari yang menjadi incaran wisatawan yaitu pantai Pink.

Pantai Pink merupakan pantai dengan pasir putih yang berwarna kemerah-merahan karena perpaduan antara warna putih dengan warna merah sehingga pasir di pantai Pink mirip dengan warna merah muda (Pink), sebab itulah pantai ini dinamakan pantai Pink. Pantai Pink berlokasi di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, berjarak 85,7 km dari Ibu Kota Propinsi atau sekitar 2 jam 14 menit jika menggunakan kendaraan roda empat.

Gili Kondo Lombok

Butiran pasir bak merica itu terasa hangat. Menenggelamkan sejenak telapak kaki di hamparan pasir berwarna putih gading itu seperti sedang terapi. Telapak kaki terasa rileks seolah dipijat di dalam timbunan pasir.

Tak hanya itu saja, pantai yang landai dengan air yang bening di bawah langit biru terang, membuat segala kepenatan hilang disapu angin laut.

Gili Kondo memang bukan hanya sekedar tempat berwisata, tapi juga menjadi lokasi yang pas untuk memulihkan tubuh dan pikiran yang sudah lelah.

Terletak di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Gili Kondo merupakan satu dari beberapa pulau kecil atau gili di timur Pulau Lombok. Gili ini berdampingan dengan Gili Bidara, dan dekat dengan Gili Lampu dan Gili Kapal.

Gili Kondo relatif belum terkenal dibanding Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Gili Air dan gili-gili (pulau kecil) lainnya di Pulau Lombok. Tak heran, jika gili ini sepi dari pengunjung dan masih perawan. Kalau pun ada pengunjung, hanya warga lokal dan beberapa wisatawan mancanegara saja.

Taman Narmada

Taman Narmada dibangun oleh Raja Anak Gung Ngurah Karang Asem pada tahun 1727 Masehi. Nama taman ini di ambil dari sungai suci di india, selain itu taman ini juga menyerupai gunung rinjani dan danu segara anak. Dahulu kala pada saat sang raja tua dan tidak mampu melakukan ritual kurbaan/pekelem ke puncak gunung rinjani, maka di buatlah suatu taman dan pura yang menyerupai seperti gunung rinjani dan danau segare anak. Selain itu pada saat musim kemarau datang taman ini dijadikan tempat peristirahatan terbaik oleh raja karena mata air pada taman narmada tidak pernah kering dan di percaya sebagai air suci.

Pura Lingsar

Pura ini adalah pura terbesar di Lombok. Pura lingsar mengandung gabungan antara nilai-nilai agama Hindu dan Islam Wetu Telu. Latar belakang inilah yang menjadi daya tarik utama Pura Lingsar. Karena menggabungkan nilai 2 agama, kawasan pura ini terbagi menjadi dua. Di bagian utara terdapat pura Hindu bernama Gaduh, sedangkan di bagian selatan berdiri pura Wetu Telu bernama Kemaliq.

Konon, tempat itu dibangun sebagai lambang persatuan. Karena itulah, tak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam komplek pura yang luas itu. Umat Hindu dan Suku sasak yang beragama Islam secara rukun merawat pura itu secara bersama-sama.

Siapa saja yang mempercayai dan ingin ”berhubungan” dengan Tuhan di tempat itu, tak pernah dipermasalahkan, sepanjang mentaati aturan di pura tersebut.

Pura ini memiliki sebuah kolam yang sangat menarik yang dibangun untuk menghormati Dewa Wisnu. Di kolam ini wisatawan dapat melemparkan koin dengan posisi menghadap ke belakang sambil berdoa memohon sesuatu.

Di dasar kolam juga terdapat sumber mata air dimana terdapat ikan tune (sidat) yang hanya akan muncul apabila di panggil dan diberikan telur ayam rebus

.

Top